Hanan al-Hroub, seorang guru asal Palestina yang membimbing anak-anak korban kekerasan, memenangkan penghargaan Global Teacher Prize yang didukung Paus Fransiskus, Pangeran Inggris William, dan mantan presiden Amerika Serikat Bill Clinton.
Pemenang penghargaan mirip Nobel ini diumumkan di Dubai, Minggu (13/3), oleh Paus Fransiskus lewat video conference. Sebagai pemenang, Hroub berhak atas hadiah US$ 1 juta (Rp 13 miliar).
Dia tampak senang ketika menerima penghargaan di panggung. "Saya berhasil, saya menang," kata Hroub.
“Saya bangga bisa menjadi seorang guru perempuan Palestina yang bisa berdiri di panggung ini. Saya menerima (penghargaan) ini atas nama semua guru pada umumnya, dan para guru di Palestina pada khususnya," ujarnya dalam pidato menggunakan Bahasa Arab.
“Setiap hari, peran guru menjadi makin jelas dan arti pentingnya makin tegas ketika dunia bertanya masa depan seperti apa yang kita kehendaki bagi anak-anak kita."
Dalam video conference, Pangeran William memuji peran para guru dan mengatakan dia sendiri pernah dididik oleh "beberapa guru terbaik di dunia."
“Saya tahu apa arti guru yang hebat bagi seorang anak. Seorang guru yang baik punya kuasa untuk mempengaruhi, menginspirasi, dan membentuk hidup anak-anak menjadi lebih baik. Mereka memegang kunci untuk perubahan nyata bagi dunia ini," kata William.
“Para guru juga punya tempat unik untuk mengetahui dan mendukung anak-anak yang paling rentan dan paling kesulitan dalam masyarakat kita, mendatangi anak-anak di masa awal pendidikan mereka, dan memberi mereka dukungan ekstra yang dibutuhkan serta kesempatan terbaik dalam hidup mereka. Ini merupakan tanggung jawab yang luar biasa."
Pada penghargaan yang menginjak tahun kedua ini terdapat 10 finalis, termasuk guru matematika Inggris, Colin Hegarty, yang telah membuat lebih dari 1.000 video pelajaran untuk membantu siswa lebih mudah memahami mata pelajaran ini.
Hegarty mengatakan dia tidak kecewa dikalahkan oleh Hroub.
"Sebelumnya saya berbincang selama satu jam dengan Hanan. Dia seorang wanita yang menakjubkan dan penuh inspirasi. Pemenangnya adalah orang yang tepat, tak perlu dipertanyakan lagi," kata Hegarty.
Finalis lainnya berasal dari Pakistan, Kenya, Amerika Serikat, Jepang, Finlandia, Australia dan India.
Hroub tumbuh di kamp pengungsi Bethlehem dan kerap terpapar kekerasan. Dia menjadi guru sekolah dasar setelah anak-anaknya sendiri menjadi trauma menyaksikan penembakan ketika sedang menuju sekolah.
Hroub mengkampanyekan slogan “no to violence” dan menggunakan pendekatan seorang spesialis terhadap anak-anak. Dia menulis buku tentang pengalamannya: "Kami Bermain Kami Belajar".
Buku ini mengajarkan pembentukan rasa saling percaya, menghormati dan hubungan persahabatan, mendorong anak-anak bekerja bersama dan memberi hadiah bagi sikap positif.
Dia berencana menggunakan uang hadiah untuk membantu para siswa dan guru di seluruh dunia.
Acara pemberian penghargaan di Dubai ini dihadiri sejumlah selebritis seperti aktor Matthew McConaughey dan artis Salma Hayek, dan sejumlah politisi.
Sumber : beritasatu.com
Wednesday, March 16, 2016
Home »
Info Pendidikan
» Seorang Guru di Palestina Dapat Penghargaan Sebagai Guru Terbaik Di Dunia
0 comments:
Post a Comment